HIDUP MEWAH BOLEH, TAPI....
Inilah contoh perempuan yang pandai bergaya hidup sesuai dengan waktunya.
Kita hidup di dunia ini boleh bermewah-mewah. Kalau kita perempuan, kita boleh menjadi wanita sosialita. Tak ada yang melarang.
Namun yang perlu diingat, kemewahan yang kita nikmati itu haruslah sesuai dengan kondisi kehidupan kita.
Kita tidak boleh mengorbankan anak-anak atau mengorbankan pasangan kita sendiri demi kita bisa hidup mewah. Contoh, karena kita ingin dilihat tetangga atau teman-teman tampil wah... uang untuk biaya pendidikan anak-anak dihabiskan untuk itu. Atau, uang untuk keperluan sehari-hari, dihabiskan untuk itu. Ini tidak boleh. Sebab kalau itu yang dilakukan, dampaknya bisa berantakan keluarga.
Kita tidak boleh meniru tanpa perhitungan. Misalnya, kita tiru gaya hidup istri seorang pengusaha sukses yang tampil dengan busana mewah di mana-mana, padahal suami kita bekerja sebagai staf biasa di suatu kantor pemerintah. Ini tak boleh dilakukan.
Lain halnya dengan seorang mahasiswi seni asal China baru-baru ini, yang melakukan eksperimen menarik dan mencengangkan masyarakat China. Dia menghabiskan waktunya tiga Minggu untuk menjalani kehidupan mewah seperti seorang wanita sosislita kaya di Ibu Kota Beijing.
Dia tampil di sini berpura-pura sebagai seorang sosialita kaya, namun semua yang dia nikmati itu gratis.
Seperti dikutip dari Oddytycentral, mahasiswi Universitas Beijing bernama Zou Yaqi berusia 23 tahun ini mendapatkan banyak perhatian publik. Dia punya strategi untuk bisa bertahan hidup dengan gaya hidup mewah ini selama tiga minggu.
Zou Yaki tidur di sofa mewah di lobby hotel bintang lima, menyeruput anggur di berbagai acara prasmanan gratis, dan semua itu dia lakukan dengan cara berpura-pura jadi seorang sosialita kaya. Dia bisa begini, tentu saja ditopang wajahnya yang cantik menawan.
Dan yang perlu diingat, dia mempersiapkan diri dengan matang untuk melakukan kepura-puraannya ini selama berbulan-bulan.
Nah, bagaimana dengan anda? Anda jangan lakukan hal ini jika tidak bisa seperti Zou.
Intinya, jangan paksakan diri jadi sosialita, jangan paksakan diri bergaya hidup wah, kalau belum waktunya.(dir).